INILAH.COM, Jakarta Peneliti mengatakan salah satu makhluk terkecil di Afrika, semut memiliki tugas melindungi pohon dari salah satu makhluk terbesar di benua itu, gajah.
Profesor biologi Todd Palmer dari University of Florida mengatakan bahwa segerombolan semut marah akan merayap ke belalai gajah untuk menghalau hewan rakus ini melahap pohon yang sedang dilanda kekeringan di savana Afrika Timur, rilis universitas itu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy26BLvf8mv-AGaZoqigecnqa6Dn5fIouSnLWyOq9aVG7urk9kq55M6ZJfMVS-LrM1UPJ38DVHkI0lXC18Z-IeEO2qEFCzMxiQkmo0RLlaWrxDdAevuXmzk3FtFSgjCmmI_mHodWj0tR8/s320/semut+1.jpg

"Benar-benar mirip cerita David dan Goliath di mana semut-semut kecil itu melawan herbivora besar untuk melindungi pohon yang memiliki peran penting pada kehidupan mereka, kata Palmer. "Gerombolan semut yang masing-masing memiliki bobot 5 miligram itu dapat melindungi pohon dari binatang yang besarnya 1 miliar lebih besar. 

Curah hujan, nutrisi tanah, herbivora pemakan tanaman dan api merupakan regulator utama campuran pohon dan rumput yang membentuk ekosistem savana. 

Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pertahanan tanaman harus ditambahkan ke dalam daftar, katanya.

"Semut ini memainkan peran sentral dalam mencegah hewan melakukan kerusakan luas terhadap pohon-pohon.

Penelitian ini dilakukan di dataran tinggi Kenya tengah, Palmer mengatakan dia jarang melihat gajah memakan jenis pohon drepanolobium Acacia di mana semut pelindung secara agresif menyerang apa saja yang menyentuh pohon itu. 

Namun, gajah-gajah itu masih makan pohon-pohon lain yang tidak terdapat semut itu, katanya.
Saat berbicara spesies pohon yang terdapat semut, gajah-gajah menghindari pohon-pohon ini seperti anak kecil menghindari brokoli, kata Palmer.[ito]


Related Posts with Thumbnails